Masyarakat Indonesia Yang Tax Minded (Telaah Kritis Terhadap Pencapaian Utopis Dari Pajak Indonesia)

tax Pada dasarnya, pajak yang sering juga disebut fiskal merupakan kewenangan dari pemerintah untuk mengambil kekayaan seseorang dan menyerahkannya kembali kepada masyarakat dengan melalui kas negara, dan hukum pajak sendiri bisa dikatakan merupakan bagian dari hukum publik. Secara frontal dapat dikatakan bahwa pajak merupakan sebuah pengambilan hak privat rakyat demi penyelenggaraan negara. Dengan berbagai rangkaian dalam pemungutannya sesungguhnya pajak memiliki suatu pencapaian yang fundamen yaitu untuk menciptakan masyarakat yang tax minded, atau masyarakat yang bergantung pada perputaran pajak di negerinya, secara tidak langsung menyiratkan sebuah cita-cita masyarakat yang tunduk pada pajak sepenuhnya.

Tapi nampaknya target tersebut hanyalah sebuah pencapaian yang utopis, yang artinya merupakan pencapaian yang sangat ideal namun tidak mungkin terealisasi. Secara tegas saya bisa mengatakan bahwa faktor sosiologis yang sangat kultural telah mendasari reasoning tersebut. Karena berdasar dari ilmu perkuliahan yang saya peroleh dikatakan bahwa pajak juga memiliki aspek sebagai gejala sosial, dimana masyarakat yang bersifat gemeinschaft memiliki pluralisme hak dan kewajiban yang bergerak menjadi sebuah kepentingan umum yang harus pemerintah emban dan penuhi, dimana artinya pemerintah memiliki kewajiban untuk memajukan kepentingan umum tersebut dari pajak yang telah dipungut dari rakyat. Namun gagalnya pemerintah dalam mengelola hasil pajak menjadi sebuah income yang berguna bagi rakyat telah membuat masyarakat apatis terhadap eksistensi dan fungsional pajak. Terlalu banyak penyalahgunaan dan trik-trik kotor dalam lahan basah pajak yang dilakukan oleh aparatur negara telah membuat perputaran hasil pajak menjadi tidak mampu direalisasikan menjadi sebuah keuntungan konkrit bagi rakyat. Secara ekonomi terlihat bahwa buruknya iklim dalam aspek mikro maupun makro ekonomi tidak mampu terakomodir oleh eksistensi pajak yang seharusnya bersifat lebih aspiratif. Ditambah lagi terlalu seringnya terjadi perubahan peraturan membuat iklim perekonomian baik makro maupun mikro sulit untuk berkembang pesat. Berangkat dari hal-hal tersebut sangat wajar bila masyarakat telah menanggalkan harapannya terhadap pajak, atau dengan kata lain tak akan ada masyarakat yang bergantung akan pajak.

Published in: on March 8, 2009 at 3:58 pm  Leave a Comment  
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: https://72legalogic.wordpress.com/2009/03/08/masyarakat-indonesia-yang-tax-minded-telaah-kritis-terhadap-pencapaian-utopis-dari-pajak-indonesia/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: