[LEGAL TIPS] Apakah yang seharusnya dilakukan saat kena tilang?

polantas

  1. Apabila anda ditilang oleh Polisi lalu lintas, maka sesungguhnya anda memiliki hak untuk memilih 2 (dua) jenis form, yakni form biru dan form merah;
  2. Form biru ialah form yang diperuntukan apabila anda menerima kesalahan/pelanggaran lalu lintas sebagaimana yang dituduhkan oleh si Polisi Lalu Lintas. Sedangkan Form merah dipergunakan apabila anda tidak menerima/mengakui kesalahan/pelanggaran lalu lintas yang anda lakukan. Namun terlepas dari 2 (dua) jenis form tersebut, hal mendasar yang harus anda yakinkan terlebih dahulu ialah apakah anda benar-benar telah melakukan pelanggaran, akui saja jika memang anda melanggar, namun tetap waspada dengan adanya ”penjebakan” secara struktural alias mencari-cari kesalahan anda;
  3. Form biru ini dapat dipergunakan dengan mekanisme anda membayar denda sebagai kompensasi pelanggaran yang telah anda lakukan di BRI yang ditunjuk (lokasi BRI kasuistis). Dengan melakukan mekanisme ini maka uang denda pelanggaran anda akan masuk ke kas negara bukan ke kantong Bapak-Bapak Polisi itu alias sebagai bahan korupsi kecil-kecilan. Mekanisme tersebut dapat dilakukan sebaagai berikut, setelah anda membayar denda sebagaimana dimaksud maka anda dapat mengambil SIM atau STNK yang sebelumnya disita oleh Polisi yang bersangkutan, adapun lokasi pengambilannya ialah di kantor Ditlantas POLDA Metro yang terletak di daerah Pancoran. Namun dari beberapa info yang saya peroleh, konon pengambilan SIM atau STNK yang disita itu dapat langsung dilakukan di Pos Polisi setempat (lokasi penilangan), sejauh memang SIM atau STNK anda belum “diproses” ke kantor Dislantas, tapi saya kurang yakin apakah cara yang saya sebutkan terakhir ini merupakan standar prosedural, namun yang pasti meskipun langkah ini dilakukan jangan sampai memicu timbulnya “biaya-biaya tak terduga” alias korupsi jilid II;
  4. Hati-hati terhadap oknum Polisi lalu lintas yang menyatakan secara represif kepada anda bahwa form biru itu sudah tidak berlaku, hal ini mereka lakukan dalam upayanya untuk tetap mendapatkan “bagian” dari uang tilang yang mereka harapkan. Jangan mudah tertipu, karena sebenarnya slip biru sebagaimana dimaksud tetap berlaku, sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Kepala Direktorat Lalu Lintas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Yudi Susharyanto dengan berdasar pada Surat Keputusan Kepala Kapolri No.Pol: SKEP/443/IV/1998, tanggal 17 April 1998 (SK 1998);
  5. Dalam penggunaan form merah, maka langkah yang harus ditempuh ialah menghadapi proses persidangan di muka hakim, tapi proses ini bukan layaknya persidangan sebagaimana umumnya, tapi dengan proses persidangan acara cepat sebagaimana ketentuan Pasal 212 KUHAP, dimana tidak diperlukan BAP. Dalam persidangan sebagaimana dimaksud anda dapat membela diri dan memperdebatkan tuduhan pelanggaran lalu lintas yang ditujukan kepada anda (tapi umumnya sich jarang, biasanya langsung bayar denda aja);
  6. Umumnya tanggal sidang adalah maksimum 14 hari dari tanggal peristiwa penilangan, tergantung hari sidang Tilang di PN (Pengadilan Negeri) bersangkutan. Oleh polisi, barang sitaan (SIM or STNK) akan disetor dari kantor Ditlantas pancoran itu sampai dengan H-1 tanggal sidang. Sehingga selama masih di Ditlantas POLDA Metro SIM/STNK itu dapat ditebus tanpa sidang ke PN, cukup dengan menuju loket dengan menyerahkan form merah yang diikuti dengan pembayaran denda anda, maka kemudian SIM/STNK anda akan kembali dengan sukses;
  7. 1 (satu) hari sebelum tanggal sidang dan seterusnya, SIM/STNK sudah beralih ke pengadilan sesuai daerah kompetensi peristiwa pelanggaran, sehingga anda harus menebus di Pengadilan Negeri dimaksud;
  8. Apabila anda ingin menghadiri persidangan sebagaimana yang telah dijadwalkan, maka anda dapat merujuk pada tanggal yang tertera pada surat tilang yang anda terima. Sebagai catatan, dalam prakteknya pelaksanaan sidang dimaksud itu tidaklah protokoler, melainkan Hakim Cuma menyebutkan nama dan mengetuk palu setelah menetapkan denda, hal ini didasarkan pada asas beracara In Absentia, yakni tidak memerlukan kehadiran pihak yang didakwa melakukan pelanggaran. Dan sesuai dengan “culture” negara ini, dalam konteks-konteks seperti itu pasti ada saja calo yang menawarkan bantuan untuk menyelesaikan dengan “cara cepat”, sehingga sebenarnya secara keseluruhan proses ini cukup makan waktu, biaya, dan emosi juga, jadi sebaiknya difikir-fikir terlebih dahulu untuk menempuhnya;
  9. Untuk menghindari proses yang maha rumit itu, ada baiknya anda mengabaikan tanggal sidang, namun menghadirinya di lain hari yang anda anggap relatif lebih “sepi”, dengan cara menuju loket khusus tilang di PN yang ditunjuk, maka setelah denda itu anda bayar, kemudian SIM/STNK yang sebelumnya disita akan kembali ke tangan anda;
  10. Hal lain yang patut untuk dicermati ialah mengenai denda resminya, karena biasanya nanti akan disodorkan angka yang sedikit ganjil, seperti Rp. 27.200, seolah itu berasal dari sebuah hitung-hitungan yang baku, padahal dari beberapa info yang saya peroleh, official fine-nya tidak lah seperti itu, biasanya dalam angka bulat (tergantung pelanggaran), seperti contoh Rp. 15.000, Rp. 20.000, Rp. 25.000. biasanya, denda yang disodorkan pada anda itu di-mark up, yang mana selisihnya masuk kantong pribadi (selalu ada aja celah untuk dikorup);
  11. Dari uraian di atas sepertinya cukup jelas, sehingga apabila nanti ada bertemu dengan kasus penilangan, janganlah terjebak dengan apa yang dikenal dengan tajuk “damai”, atau biasanya polisi akan memberikan 2 (dua) opsi: “mau sidang langsung atau sidang titip?’ yang mana sesungguhnya sidang titip itu ialah menitip uang ke kantong mereka namun tidak disetorkan ke kas negara, karena sesungguhnya konsep “titip” yang mereka maksud saja sudah sangat “blur” alias tidak sama dengan kuasa khusus sebagaimana yang disyaratkan dalam Hukum Acara yang berlaku. Sehingga baiknya ikuti aja prosedur yang ada dengan menempuh langkah-langkah sebagaimana tips yang diuraikan di atas. Dengan begitu anda akan turut membantu “menyehatkan” kembali alur pemasukan untuk negara ini dan ikut berpartisipasi pemberantasan tindak pidana korupsi di skala yang kecil, biarlah korps kepolisian memulihkan reputasinya dengan cara yang memang benar-benar tepat;

 

Selamat Mencoba…
Halaman 18, Buku Petunjuk Teknis Tentang Penggunaan Blanko Tilang (Lampiran SKEP KAPOLRI Skep/443/IV/1998) 

Terdakwa:

  1. Menandatangani Surat Tilang (Lembar Merah dan Biru) pada kolom yang telah disediakan apabila menunjuk wakil di sidang dan sanggup menyetor uang titipan di Bank yang ditunjuk.
  2. Menyetor uang titipan ke petugas khusus bila kantor Bank (BRI) yang ditunjuk untuk menerima penyetoran uang titipan terdakwa (pelanggar-red) tutup, karena hari raya/libur, dan sebagainya.
  3. Menyerahkan lembar tilang warna biru yang telah ditandatangani/dicap petugas kepada penyidik yang mengelola barang titipan tersebut.
  4. Menerima tanda bukti setor dari petugas khusus (Polri) apabila peneyetor uang tititpan terpaksa dilakukan diluar jam kerja Bank (BRI).
  5. Menerima penyerahan kembali barang titipannya dari penyidik/petugas barang bukti/pengirim berkas perkara berdasarkan bukti setor dari petugas khusus atau lembaran tilang warna biru yang telah disyahkan oleh petugas Bank (BRI).
  6. Menerima penyerahan barang sitaannya dari petugas barang bukti setelah selesai melaksanakan vonis hakim (dengan bukti eksekusi dari Eksekutor/Jaksa dan melengkapi kekurangan-kekurangan lainnya (SIM, STNK/kelengkapan kendaraan)  (bila memilih sidang).
Published in: on May 14, 2009 at 1:30 pm  Comments (2)  
Tags: , , , , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://72legalogic.wordpress.com/2009/05/14/legal-tips-apakah-yang-seharusnya-dilakukan-saat-anda-ditilang/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 CommentsLeave a comment

  1. wew…dapet jurus ampuh yang baru tuk menumpas para Oknum2 Polantas yang Kterlaluan….hohohoho..

    Thanks A….

  2. orang Indo kurang sosialisasi aja, mknya mereka milih damai di tempat. emangnya knp qlo prosedur tilang selesai di tempat tp oleh pemerintah dibuatkan peraturan. jd uang tetap ke pemerintah dan tertilang tidak perlu repot.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: